Guspedia.com. Proses pembelajaran yang baik akan menghasilkan pengalaman belajar bermakna bagi murid. Pengalaman belajar bukan hanya sekadar duduk dan mendengarkan penjelasan guru, melainkan hasil dari interaksi aktif selama proses pembelajaran.
Pengalaman belajar adalah proses aktif yang dialami muridselama terlibat dalam kegiatan pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai.
Prinsip Pengalaman Belajar
Terdapat beberapa prinsip dalam pengalaman belajar, sebagai berikut.
1. Berpusat pada Murid (Student Centered)
Sebuah proses pembelajaran yang baik akan menempatkan murid tidak hanya menjadi objek (penerima informasi), tetapi menjadi subjek yang mengalami sendiri proses keilmuan tersebut.
2. Proses Berpikir Tingkat Tinggi
Pengalaman balik yang baik akan memicu murid untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu, bukan sekadar menghafal.
3. Kontekstual
Pembelajaran yang bermakna akan selalu menghubungkan dengan situasi dunia nyata agar pengalaman yang didapat terasa relevan dengan kehidupan murid.

Jenis-jenis Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar memiliki tingkat kedalaman yang berbeda tergantung pada bagaimana materi tersebut disampaikan. Berikut adalah beberapa jenis pengalaman belajar yang bisa diperoleh murid dari sebuah proses pembelajaran.
1. Pengalaman Langsung
Pengalaman belajar ini paling efektif diperoleh dari beberapa kegiatan pembelajaran kontekstual, seperti eksperimen di laboratorium, praktik lapangan, atau membuat projek mandiri. Murid akan mampu mengingat hingga 90% dari apa yang mereka lakukan.
2. Pengalaman Visual dan Auditori
Pengalaman belajar dalam bentuk visual dan auditori dapat diperoleh melalui kegiatan menonton video simulasi, melihat demonstrasi, atau mengamati diagram.
3. Pengalaman Abstrak
Pengalaman abstrak adalah jenis pengalaman belajar yang paling rendah. Pengalaman belajar ini diperoleh dari hanya membaca teks atau mendengarkan ceramah guru tanpa alat bantu. Murid biasanya hanya mengingat sekitar 10%–20% materi.
Hasil Pengalaman Belajar
Pada saat sebuah pembelajaran berhasil memberikan pengalaman yang berkesan, maka murid akan mengalami perubahan dalam tiga ranah berikut.
1. Kognitif: Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman konsep yang mendalam
2. Afektif: Perubahan sikap, karakter, empati, dan tanggung jawab.
3. Psikomotor: Peningkatan keterampilan fisik atau teknis setelah melakukan praktik.
Pengalaman Belajar pada Pembelajaran Mendalam
Pengalaman belajar pembelajaran mendalam merupakan suatu siklus proses berkelanjutan. Proses untuk mendapatkan pengalaman belajar pembelajaran mendalam terdiri dari tiga tahapan, yaitu : (1) Memahami (menyerap dan mengkonstruksi pengetahuan baru); (2) Mengaplikasi (menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah nyata); dan (3) Merefleksi (mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran untuk perbaikan berkelanjutan).
Ketiga pengalaman belajar ini bertujuan untuk membangun kesadaran, motivasi, dan regulasi diri murid agar mampu menguasai konsep secara utuh, kontekstual, dan berkelanjutan. Untuk lebih memahami tentang tahapan pengalaman belajar pada pembelajaran mendalam, berikut ini adalah perbedaan dari ketiga tahapan tersebut.
1. Memahami : Fondasi Pengalaman Belajar
Tahap awal murid untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pada fase ini, murid menyerap informasi baru melalui proses mental, seperti membaca, menyimak, menganalisis, dan menautkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Pemahaman yang kuat menjadi bekal utama sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
2. Mengaplikasi : Mengubah Pengetahuan Menjadi Aksi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas murid mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Mengaplikasi merupakan pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas murid mengaplikasikan pengetahuan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh murid pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan (pendalaman pengetahuan).
3. Merefleksi : Menumbuhkan Kesadaran Diri
Merefleksi merupakan proses saat murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Refleksi ini bertujuan untuk memahami sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, serta mengeksplorasi kekuatan, tantangan, dan area yang perlu diperbaiki.
Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Level Pembelajaran Mendalam
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai tiga level Pembelajaran Mendalam, sebagai berikut.
1. Pengetahuan Esensial
Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks.
Contoh:
Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)
2. Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.
Contoh:
Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)
3. Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang.
Contoh:
Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)
4. Pendalaman Pengetahuan
Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
Contoh :
Topik: Persamaan Linear
- Dasar: Murid memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
- Pendalaman Pengetahuan: Murid menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.
5. Regulasi Diri
Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Di dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi murid untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Contoh :
- Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh.
- Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
- Murid dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri.
- Murid mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.
Pengalaman belajar pada pendekatan pembelajaran mendalam memiliki tiga proses tahapan yang terus berulang seperti siklus, meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Di dalam prosesnya, pembelajaran mendalam juga perlu melibatkan empat komponen penting yang saling mendukung untuk membentuk pengalaman belajar yang holistik bagi murid. Keempat kompoonen tersebut, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, dan kemitraan.
Demikian ulasan mehgenai tahapan pengalaman belajar pada pembelajaran mendalam (memahami, mengaplikasi, dan merefleksi). Semoga bermanfaat.***
