Pengertian Pengawet Alami dan Contohnya Dalam Kehidupan

Pengawet Alami
Pengawet Alami

Guspedia.com. Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Supaya masa simpan olahan makanan menjadi lebih lama, maka digunakan bahan pengawet. Penggunaan dari bahan pengawet sebagai zat aditif pada makanan ini bertujuan untuk memperlama masa simpan.

Contohnya, makanan kaleng yang bisa disimpan dan digunakan selama masih belum masa kadaluwarsa. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan tanggal kadaluwarsa sebelum mengonsumsi berbagai jenis bahan makanan yang menggunakan bahan pengawet.

Bahan pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat proses pembusukan, pengasaman, atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga makana menjadi tidak mudah rusak atau busuk. Zat makanan perlu untuk diawetkan agar tidak membusuk dan mengalami perubahan kimia (berubah warna. rasa, dan bau).

Pengertian Pengawet Alami

Pengawet alami adalah jenis bahan pengawet yang berasal dari alam digunakan untuk mengawetkan jenis makanan. Salah satu kelebihan dari pengawet alami adalah lebih aman untuk dikonsumsi, rendah dari resiko efek samping, dan juga ramah lingkungan.

Sejak jaman dahulu, bahan pengawet alami telah dikenal oleh masyarakat. Berbagai olahan makanan memanfaatkan bahan pengawet alami untuk mendukung kehidupan masyarakat pada jaman dulu.

Pengawet Alami
Pengawet Alami

Pengawet bahan makanan dapat dilakukan dengan penambahan bahan kimia tertentu. Pengawetan jenis ini disebut pengawetan kimiawi. Pengawetan juga dapat dilakukan secara fisika, meliputi pembekuan, pengeringan, dan pengasapan. Sedangkan pengawetan secara biologi dilakukan dengan memasukkan jenis mikroorganisme tertentu pada makanan. Pengawetan secara biologi terdiri dari tiga jenis, yaitu fermentasi bakteri, peragian, dan fermentasi enzim,

Contoh Pengawet Alami     

1. Garam

Garam adalah bahan pengawet alami yang bekerjanya dengan cara menarik air keluar dari sel-sel mikroorganisme (bakteri dan jamur) melalui proses osmosis. Garam mampu menciptakan tekanan osmotik tinggi di luar sel mikroorganisme, sehingga cairan di dalam sel tersedot ke luar. Dengan demikian, tanpa kandungan air di dalam selnya, maka bakteri dan jamur penyebab pembusukan makanan tidak dapat berkembang biak.

2. Gula

Gula, khususnya sukrosa berperan sebagai pengawet dengan mengurasi ketersediaan air di dalam makanan. Pengurangan aktivitas air ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang membutuhkan kelembaban untuk berkembang. Dengan mengikat molekul air, gula akan menciptakan lingkungan dimana mikroorganisme kesulitan untuk bertahan hidup, sehingga memperpanjang umur simpan makanan.

3. Bawang putih

Bawang putih memiliki kandungan anti mikroba dan anti bakteri yang dapat digunakan untuk pengawet alami. Untuk menjaga kesegaran makanan, cukup tambahkan beberapa siung bawang putih, kemudian simpan di dalam lemari makanan atau kulkas.

4. Kunyit

Kandungan kurkumin pada kunyit dapat berperan dalam mengawetkan makanan. Kurkumin memiliki efek sebagai antimikroba, sehingga dapat menghambat pembusukan makanan akibat bakteri, terutama jenis bakteri gram positif. Kunyit biasanya digunakan untuk mengawetkan kari atau sup daging dan ayam.

5. Cuka

Cuka dapat menjadi pengawet alami karena kandungan asam asetat di dalamnya yang mampu menghambat pembusukan makanan. Cuka banyak digunakan untuk mengawetkan daging, acar, tomat, wortel, dan beberapa jenis salad.

6. Jahe

Jahe dikenal memiliki sifat anti bakteri dan anti oksidan, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pengawet alami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak jahe bahkan sangat efektif dalam menjaga kesegaran makanan, seperti roti, daging, ikan, dan buah.

Demikian ulasan mengenai pengawet alami dan contohnya dalam kehidupan. Apabila dibandingan dengan pengawet buatan, pengawet alami menjadi opsi yang lebih baik, karena murni berasal dari alam dan aman untuk dikonsumsi.***

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *