Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid

Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid
Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid

Guspedia.com. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikdasmen telah menerbitkan Buku Saku Pengantar Kecerdasan Artifisial untuk Murid Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid Buku ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan murid sebagai ahli teknologi sejak dini, melainkan untuk menanamkan pemahaman dasar yang proporsional tentang KA sesuai tahap perkembangan dan jenjang pendidikan.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan bahwa pembelajaran KA di pendidikan dasar dan menengah bukanlah pembelajaran menggunakan teknologi secara pasif, melainkan pembelajaran tentang teknologi.

Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid
Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid

Murid diajak memahami secara sederhana bagaimana teknologi bekerja, bagaimana data dimanfaatkan, dan bagaimana keputusan dapat dihasilkan oleh sistem, sekaligus menegaskan bahwa manusia tetap berada dalam pengambilan keputusan (human-in-the-loop) serta bertanggung jawab atas arah dan dampak pemanfaatan teknologi.

Kecerdasan Artifisial di Sekitar Kita

Kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi digital. Kecerdasan artifisial telah ada di sekitar kita sebagai alat bantu dan bahkan telah menjadi bagian dari kehidupan kita.

Berikut ini merupakan contoh-contoh pengembangan dan pemanfaatannya.

Apa itu Kecerdasan Artifisial?

Kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) adalah ilmu dan rekayasa untuk membuat mesin cerdas. “Bapak AI” – John McCarthy (1955)

Kecerdasan Artifisial merupakan kemampuan sistem untuk dapat menginterpretasikan data eksternal dengan benar, belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut untuk mencapai tujuan dan tugas tertentu. Kaplan & Haenlein (2019)

Kecerdasan artifisial dibangun dengan meniru cara berpikir manusia dalam mengenali dan memahami pola. Tentunya hal tersebut membutuhkan input berupa data dan parameter yang diberikan agar pengenalan polanya semakin baik.

Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Pengembangan kecerdasan artifisial didapat melalui proses pembelajaran atau pelatihan (training). Tiga komponen yang memungkinkan proses training dan pengembangan kecerdasan artifisial dapat terjadi, sebagai berikut.

1. Data

Kecerdasan artifisial membutuhkan data untuk belajar, yang dapat berupa teks, gambar, suara, atau data lain yang relevan terhadap tugas yang ingin diselesaikan. Ketika proses pengumpulan data, perlu diperhatikan bahwa data dikumpulkan dengan cara yang legal dan merepresentasikan kondisi yang tidak bias.

Jika data yang digunakan mengandung kesalahan dan bias, maka model kecerdasan artifisial yang dihasilkan juga berpotensi bias dan mengandung kesalahan.

2. Model KA

Kecerdasan artifisial dapat dibayangkan seperti teman pintar yang belajar dari banyak contoh. Kalau dia melihat ribuan foto sapi dan kucing, lama- lama da tahu apa perbedaan antara dua hewan tersebut. Proses belajar ini disebut training/latih.

Setelah selesai belajar, ia punya “otak” yang disebut model. Model ini bisa menebak apakah foto baru itu sapi atau kucing. Ada model kecerdasan artifisial yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru (generatif), dan ada juga yang tujuannya untuk mengenali atau membedakan (diskriminatif).

3. Computing Power

Bayangkan kalian memiliki teman pintar bernama kecerdasan artifisial. Agar bisa belajar dari banyak data, kecerdasan artifisial butuh komputer yang kuat sebagai tempat berlatih. Komputer ini bisa berupa laptop atau PC di rumah, server besar di laboratorium, atau bahkan layanan komputasi yang ada di internet yang disebut cloud computing.

Gambar di bawah menunjukkan contoh cara kerja sistem kecerdasan artifisial secara sederhana.

Manfaat Kecerdasan Artifisial

Dari beragam teknologi kecerdasan artifisial yang ada di sekitar kita, kita bisa merasakan berbagai manfaatnya. Sama seperti teknologi lainnya, kecerdasan artifisial dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Teknologi kecerdasan artifisial membantu kita menyelesaikan berbagai hal dengan lebih cepat, lebih efisien, dan bahkan bisa membantu manusia dalam hal-hal yang sulit dilakukan sendiri.

Secara umum, kita dapat mempelajari lima manfaat kecerdasan artifisial yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut.

1. Manfaat otomatisasi

Teknologi kecerdasan artifisial bisa membantu kita mengerjakan pekerjaan yang berulang dan tidak terlalu rumit, supaya kita punya lebih banyak waktu untuk kegiatan lain yang lebih penting atau kreatif.

2. Manfaat produktivitas dan kecepatan

Untuk pekerjaan yang lebih rumit, kecerdasan artifisial membantu kita agar bekerja lebih cepat. Kecerdasan artifisial tidak mengambil alih pekerjaan kita, tapi membantu kita mengambil keputusan lebih cepat.

3. Manfaat dalam membantu menangani keterbatasan

Kecerdasan artifisial bisa membantu orang yang memiliki keterbatasan (melihat, mendengar, bergerak, berbahasa) untuk lebih mudah berkomunikasi, belajar, dan beraktivitas.

4. Manfaat untuk keamanan dan keselamatan

Kecerdasan artifisial bisa mendeteksi tanda bahaya lebih cepat, mencegah kecelakaan, dan memberi peringatan dini agar kita bisa segera bertindak. Ini membuat hidup lebih aman di dunia nyata maupun digital.

5. Manfaat untuk belajar

Kecerdasan artifisial bisa membantu kita belajar dengan cara yang lebih mudah dan menarik. Kecerdasan artifisial dapat menyesuaikan cara belajar dengan kemampuan kita. Misalnya dengan latihan soal, ringkasan, penjelasan tambahan.

Baca : Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Untuk Guru

Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan di bawah ini.

Link Unduh

Demikian informasi mengenai diterbitkannya Buku Saku Kecerdasan Artifisial untuk Murid Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah. Semoga bermanfaat.***

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *