Guspedia.com. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Untuk Guru PAUD Dikdasmen.
Buku Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial ini untuk memberikan rujukan bagi guru dalam menempatkan kecerdasan artifisial secara proporsional dalam pembelajaran.
Panduan ini tidak berfokus pada penguasaan perangkat atau aplikasi tertentu, melainkan pada penggunaan cara berpikir pedagogis dalam memanfaatkan tekonologi.
Guru diajak untuk memahami kecerdasan artifisial sebagai alat bantu yang dapat mendukung analisis dan pengambilan keputusan, sementara pertimbangan profesional. konteks murid dan nilai-nilai etis tetap menjadi landasan utama.
Latar Belakang
Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (KA) atau artificial intelligence (AI) yang begitupesat saat ini membawa berbagai tantangan baru dalam kehidupan manusia. Teknologi ini mampu menangkap informasi dengan cepat, menganalisis data dalam skala besar, dan menciptakan sesuatu yang semakin mendekati kemampuan manusia.

Tidak heran jika penerapan KA dipercaya mampu meningkatkan efisiensi kerja, membantu personalisasi layanan, dan bahkan memberikan solusi untuk berbagai isu global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kesehatan. Dengan semua keunggulannya, KA kini menjadi salah satu pilar utama revolusi industri 4.0.
Meski begitu, peran manusia tetaplah sangat penting, terutama dalam pengambilan keputusan dan pengawasan sistem berbasis KA. Untuk itu, ada tiga pendekatan yang umum digunakan:
(1) Human-in-the-loop (HITL) : manusia ikut terlibat langsung dalam setiap siklus pengambilan keputusan KA.
(2) Human-on-the-loop (HOTL) : manusia mengawasi dan dapat melakukan intervensi selama sistem berjalan.
(3) Human-in-command (HIC) : manusia tetap memegang kendali penuh, termasuk dalam menentukan kapan dan bagaimana sistem KA digunakan.
Selain di industri, KA juga mulai merambah dunia pendidikan. Pendidikan memiliki peran penting untuk menyiapkan generasi masa depan agar tak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi kemajuan teknologi. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan perlu memahami manfaat sekaligus dampak KA.
Dengan bekal yang tepat, guru dapat memanfaatkan KA untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara lebih kontekstual dan sesuai kebutuhan murid (AI for learning). KA juga bisa menjadi pendukung dalam membimbing murid secara etis dan efektif.
Namun, penggunaan KA tidak boleh menghapus peran guru sebagai figur sentral dengan interaksi sosial dan emosional yang tak tergantikan. Guru tetap berperan sebagai teladan, pengarah, dan pengawas agar pemanfaatan KA dalam pembelajaran berjalan aman, etis, dan mendukung tumbuhnya kreativitas murid.
Saat ini, sebagian murid bahkan sudah menggunakan KA untuk belajar atau menghasilkan karya secara mandiri. Oleh karena itu, guru perlu dibekali nilai, etika, pengetahuan, dan keterampilan agar dapat memanfaatkan KA dengan bijak—secara efektif, produktif, dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang salah satu poin pentingnya adalah pengenalan mata pelajaran Koding dan KA secara bertahap sebagai mata pelajaran pilihan di beberapa jenjang pendidikan.
Mata pelajaran ini dirancang untuk membekali murid dengan keterampilan masa depan, seperti berpikir logis, pemecahan masalah, dan pemahaman etika digital. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, pemerintah juga menyusun panduan pemanfaatan KA untuk guru.
Panduan ini diharapkan membuat penggunaan KA di sekolah menjadi lebih terarah, aman, dan beretika, serta mampu mendukung penguatan literasi, numerasi, sains, dan pembentukan karakter murid.
Tujuan
Panduan ini dirancang untuk membantu guru memanfaatkan kecerdasan artifisial (KA) agar kegiatan pembelajaran dan pembimbingan menjadi lebih efektif. Panduan ini juga menegaskan bahwa KA hanyalah alat pendukung untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar, bukan untuk menggantikan peran guru yang tetap menjadi pusat proses pendidikan.
Sasaran
Panduan ini ditujukan untuk para guru kelas, guru mata pelajaran, tutor, instruktur, atau siapa saja yang memiliki peran serupa dalam pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.
Guru kelas dan guru mata pelajaran dapat menjadikan panduan ini sebagai acuan untuk memanfaatkan KA dalam proses belajar-mengajar maupun pembimbingan.
Sementara itu, guru bimbingan dan konseling juga dapat menggunakan panduan ini sebagai rujukan untuk menerapkan KA dalam layanan bimbingan dan konseling.
Cara Menggunakan Panduan
Dalam dunia pendidikan, pemanfaatan kecerdasan artifisial (KA) dapat dibagi menjadi dua ranah: AI for learning dan learning AI. Panduan ini fokus pada AI for learning, yaitu bagaimana guru dapat menggunakan KA untuk mendukung pembelajaran dan pembimbingan.
Sedangkan learning AI, yaitu KA sebagai materi atau muatan pembelajaran, akan diuraikan secara khusus pada Panduan Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Panduan ini terdiri dari 6 bab utama:
1. Pendahuluan Membahas latar belakang, tujuan, sasaran, dan cara menggunakan panduan.
2. Pengantar Teknologi Kecerdasan Artifisial
Berisi penjelasan tentang definisi, sejarah, jenis-jenis KA, cara kerja, serta contoh penggunaannya dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk teknik prompting.
3. Risiko dan Etika Kecerdasan Artifisial
Membahas potensi risiko, etika penggunaan KA, serta pedoman yang dapat dijadikan acuan.
4. Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Pembelajaran
Menjelaskan prinsip-prinsip pemanfaatan KA dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran, hingga cara membimbing murid menggunakan KA sesuai kebutuhan dan usia mereka, lengkap dengan contoh-contoh inspiratif.
5. Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Memuat peran KA, risiko, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam layanan bimbingan dan konseling.
6. Penyiapan Guru
Memberikan panduan bagaimana guru mempersiapkandiri, mengembangkan kompetensi, menyiapkan sarana prasarana, dan mengevaluasi pemanfaatan KA secara berkelanjutan.
Selain itu, panduan ini mencantumkan beberapa kotak berwarna dengan keterangan sebagai berikut:
1. Kotak biru menandakan bahwa kotak tersebut menampilkan informasi penting, informasi tambahan, atau ringkasan dari sebuah bahasan.
2. Kotak kuning menandakan bahwa kotak tersebut menampilkan tips dan pertanyaan pemantik untuk menstimulasi pembaca.
3. Kotak merah menandakan bahwa kotak tersebut menampilkan peringatan atau larangan.
Silakan unduh Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Arfisial Untuk Guru pada tautan di bawah ini.
Demikian Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Untuk Guru Semoga bermanfaat.***
