Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026

Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026
Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026

Guspedia.com. Transkrip nilai adalah dokumen yang memuat informasi tentang mata pelajaran dan nilai yang diperoleh peserta didik. Transkrip nilai menjadi dokumen kelulusan murid pada tahun 2026 ini.

Untuk menerbitkan transkrip nilai satuan pendidikan, maka diperlukan pedoman agar penerbitannya sesuai ketentuan. Oleh karena itu, Mendikdasmen telah menetapkan Keputusan Mendikdasmen (Kepmendikdasmen) Nomor 177 Tahun 2026 tentang Pedoman Penerbitan Ijazah, Transkrip Nilai, dan Surat Keterangan, serta Pengesahan Fotokopi atas Ijazah.

Keputusan Mendikdasmen tentang Pedoman Penerbitan Dokumen Kelulusan Peserta Didik ini diterbitkan dengan untuk menjamin kepastian hukum pelaksanaan administrasi penerbitan ijazah, transkrip nilai, dan surat keterangan, serta pengesahan fotokopi atas ijazah sebagai dokumen kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan.

Salah satu hal yang diatur dalam keputusan Menteri tersebut adalah mengenai  Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026.

Baca : Pedoman Penerbitan Ijazah Tahun 2026

Adapun isi Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026 adalah sebagai berikut.

PEDOMAN PENERBITAN TRANSKRIP NILAI

Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026
Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026

Penerbit Transkrip Nilai

1. Transkrip nilai diterbitkan oleh satuan pendidikan.

2. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 1 meliputi:

a. sekolah dasar;

b. sekolah dasar luar biasa;

c. sekolah menengah Pertama;

d. sekolah menengah pertama luar biasa;

e. sekolah menengah atas;

f. sekolah menengah atas luar biasa;

g. sekolah menengah kejuruan;

h. satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan program paket A, program paket B, dan program paket C; dan

i. sekolah rakyat.

3. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 2 termasuk:

a. satuan pendidikan kerja sama;

b. sekolah Indonesia di luar negeri; dan

c. satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan program paket A, program paket B, dan program paket C di luar negeri.

Tata Cara Penerbitan Transkrip Nilai

1. Transkrip nilai diterbitkan oleh satuan pendidikan di mana peserta didik terdaftar dan ditetapkan lulus.

2. Transkrip nilai memuat informasi tentang mata pelajaran dan nilai yang diperoleh peserta didik.

3. baftar mata pelajaran yang terdapat pada transkrip nilai diisi sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

4. Muatan informasi yang terdapat pada transkrip nilai diisi sesuai dengan informasi yang tertulis pada ijazah.

5. Penulisan nilai yang diperoleh peserta didik pada transkrip nilai dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah’

6. Nilai untuk setiap mata pelajaran pada transkrip nilai ditulis dalam skala 0-100 dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang koma.

Contoh:

72,495 dibulatkan menjadi 72,50

85,754 dibulatkan menjadi 85,75

7. Satuan pendidikan dapat membubuhkan foto peserta didik pada transkrip nilai.

8. Transkrip nilai ditandatangani oleh kepala satuan pendidikan dimana peserta didik terdaftar dan ditetapkan lulus.

9, Kepala satuan pendidikan menandatangani transkrip nilai dengan tanda tangan basah atau dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi.

10. Transkrip nilai dengan tanda tangan basah dibubuhkan stempel satuan pendidikan. Stempel satuan pendidikan harus mengenai tanda tangan kepala satuan pendidikan dan dapat mengenai foto peserta didik pemilik transkrip nilai.

11. Dalam hal terdapat kekosongan jabatan kepala satuan pendidikan definitif, penandatanganan transkrip nilai dilakukan oleh pelaksana tugas kepala satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penandatanganan transkrip nilai tidak perlu mencantumkan tulisan ‘Pelaksana Tugas” atau “Plt.” pada bagian jabatan.

12. Identitas kepala satuan pendidikan yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diisi dengan menyertakan Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan bagi kepala satuan pendidikan non-ASN diisi dengan tanda setrip (-).

13. Satuan pendidikan menyerahkan transkrip nilai kepada peserta didik pemilik transkrip nilai sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

14. Dalam hal transkrip nilai yang ditandatangani dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi, satuan pendidikan juga menyerahkan salinan dokumen digital soft, copy transkrip nilai kepada peserta didik pemilik transkrip nilai.

Tata Cara Penerbitan Perbaikan Transkrip Nilai

1. Penerbitan perbaikan transkrip nilai dilakukan oleh satuan pendidikan karena kesalahan penulisan muatan transkrip nilai.

2. Penerbitan perbaikan transkrip nilai mencantumkan keterangan kesalahan dan hasil perbaikan.

3. Perbaikan transkrip nilai disahkan dengan tanda tangan kepala satuan pendidikan yang menjabat saat transkrip nilai perbaikan diterbitkan.

Tata Cara Penerbitan Ulang Transkrip Nilai

1. Penerbitan ulang transkrip nilai dilakukan oleh satuan pendidikan karena:

a. transkrip nilai yang disahkan dengan tanda tangan basah rusak atau hilang; atau

b. transkrip nilai yang disahkan dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi rusak atau hiiang dan dokumen elektroniknya hilang.

2. Penerbitan ulang transkrip nilai yang disahkan dengan tanda tangan basah didasarkan pada hasil pindai dokumen transkrip nilai yang telah ditatausahakan satuan pendidikan.

3. Penerbitan ulang transkrip nilai mencantumkan keterangan penerbitan ulang.

4. Transkrip nilai hasil penerbitan ulang disahkan dengan tanda tangan kepala satuan pendidikan yang menjabat saat transkrip nilai diterbitkan ulang.

Spesifikasi Kertas untuk Pencetakan Transkrip Nilai

1. Ukuran kertas : A4 (21 crn x29,7 cm) atau F4 (21,5 cm x 33 cm);

2. Ketebalan kertas : minimai 80 gram per meter persegi/gsm;

3. Warna kertas : putih; dan

4. Format sesuai dengan format isian yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pembiayaan Penerbitan Transkrip Nilai

1. Biaya penerbitan transkrip nilai sepenuhnya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan melalui alokasi biaya operasional satuan pendidikan.

2. Untuk satuan pendidikan penerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), biaya penerbitan transkrip nilai dapat dialokasikan dari dana BOSP tersebut. Penggunaan dana BOSP dilaporkan secara akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pelaporan dana BOSP.

3. Satuan pendidikan dilarang untuk melakukan pungutan biaya penerbitan transkrip nilai kepada peserta didik untuk menjamin hak peserta didik atas dokumen transkrip nilai sebagai bukti kelulusan dari satuan pendidikan.

Selengkapnya mengenai Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai Tahun 2026 dapat dibaca di sini.***

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *