Guspedia.com. Pedoman penerbitan dokumen kelulusan murid tahun 2026 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 177 Tahun 2026 tentang Pedoman Penerbitan Ijazah, Transkrip Nilai, dan Surat Keterangan, serta Pengesahan Fotokopi atas Ijazah.
Pedoman penerbitan dokumen kelulusan murid ini perlu disusun untuk mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam penerbitan ijazah, transkrip nilai, dan surat keterangan, serta pengesahan fotokopi atas ijazah.
Pedoman Penerbitan Dokumen Kelulusan Murid yang tercantum di dalam Kepmendikdasmen Nomor 177 Tahun 2026 ini meliputi pedoman penerbitan ijazah; pedoman penerbitan transkrip nilai; dan pedoman penerbitan surat keterangan dan pengesahan fotokopi atas ijazah yang terbit sebelum tahun ajaran 2024/2025.
Pedoman Penerbitan Ijazah
Penerbit Ijazah
1. Ijazah diterbitkan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.
2. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 1 meliputi:
a. sekolah dasar;
b. sekolah dasar luar biasa;
c. sekolah menengah pertama;
d. sekolah menengah pertama luar biasa;
e. sekolah menengah atas;
f. sekolah menengah atas luar biasa;
g. sekolah menengah kejuruan;
h. satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan program paket A, program paket B, dan program paket C; dan
i. sekolah rakyat.
3. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud termasuk:
a. satuan pendidikan kerja sama;
b. sekolah Indonesia di luar negeri; dan
c. satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan program paket A, program paket B, dan program paket C di luar negeri.

Nomor Ijazah Nasional
Nomor ijazah nasional terdiri atas 15 (lima belas) angka, meliputi:
1. kode negara domisili satuan pendidikan (1 digit);
2. kode satuan pendidikan (2 digit);
3. tahun lulus (4 digit);
4. nomor urut nasional (7 digit); dan
5. nomor acak/ check digit (1 digit).
Kriteria Peserta Didik Calon Penerima Ijazah
Ijazah diberikan kepada peserta didik yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan memenuhi syarat kelulusan yang ditetapkan satuan pendidikan.
Penentuan peserta didik calon penerima ijazah dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu:
1. daftar nominasi sementara;
2. penetapan kelulusan; dan
3. daftar nominasi tetap.
Kelulusan peserta didik dituangkan ke dalam dokumen ijazah. Dalam hal Ijazah belum terbit, kelulusan peserta didik dituangkan ke dalam dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL). Kepala satuan pendidikan menerbitkan SKL dengan ketentuan sebagai berikut.
1. SKL diterbitkan pada tanggal penetapan kelulusan peserta didik dan bersifat sementara sampai dengan diterbitkannya ijazah.
2. SKL paling sedikit memuat identitas peserta didik dan rata-rata nilai peserta didik yang sama dengan nilai yang akan ditulis dalam transkrip nilai.
3. Dalam hal satuan pendidikan dengan status “Tidak Terakreditasi”, SKL ditandatangani oleh kepala satuan pendidikan asal peserta didik.
Tata Cara Penerbitan Ijazah
1. Ijazah disahkan dengan tanda tangan kepala satuan pendidikan.
2. Dalam hal terdapat kekosongan jabatan kepala satuan pendidikan definitif, penandatanganan ijazah dilakukan oleh pelaksana tugas kepala satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penandatanganan ijazah tidak perlu mencantumkan tulisan “Pelaksana Tugas” atau “Plt.” pada bagian jabatan.
3. Identitas kepala satuan pendidikan yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diisi dengan menyertakan Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan bagi kepala satuan pendidikan non-ASN diisi dengan tanda setrip (-).
4. Satuan pendidikan membubuhkan foto peserta didik pemilik Ijazah pada draf ijazah dengan ketentuan sebagai berikut:
a. foto berbentuk cetak atau digital untuk ijazah yang akan ditandatangani dengan tanda tangan basah; atau
b. foto berbentuk digital untuk ijazah yang akan ditandatangani dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
5. Penandatanganan ijazah berbentuk tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik tersertifikasi.
6. Satuan pendidikan mencetak draf ijazah jika ijazah akan ditandatangani dengan tanda tangan basah. Dalam hal ijazah akan ditandatangani dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi, draf ijazah dicetak setelah ditandatangani.
7. Ijazah dengan tanda tangan basah dibubuhkan stempel satuan pendidikan. Stempel satuan pendidikan harus mengenai tanda tangan kepala satuan pendidikan dan dapat mengenai foto peserta didik pemilik ijazah.
8. Satuan pendidikan menyerahkan ijazah kepada peserta didik pemilik ijazah setelah dibubuhkan foto peserta didik pemilik ijazah dan ditandatangani kepala satuan pendidikan.
9. Dalam hal ijazah yang ditandatangani dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi, satuan pendidikan juga menyerahkan salinan dokumen digital/soft copy ijazah kepada peserta didik pemilik ijazah.
10. Satuan pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan ijazah peserta didik yang telah ditetapkan lulus.
Pedoman Penerbitan Transkrip Nilai
Penerbit Transkrip Nilai
1. Transkrip nilai diterbitkan oleh satuan pendidikan.
2. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 1 meliputi:
a. sekolah dasar;
b. sekolah dasar luar biasa;
c. sekolah menengah Pertama;
d. sekolah menengah pertama luar biasa;
e. sekolah menengah atas;
f. sekolah menengah atas luar biasa;
g. sekolah menengah kejuruan;
h. satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan program paket A, program paket B, dan program paket C; dan
i. sekolah rakyat.
3. Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 2 termasuk:
a. satuan pendidikan kerja sama;
b. sekolah Indonesia di luar negeri; dan
c. satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan program paket A, program paket B, dan program paket C di luar negeri.
Tata Cara Penerbitan Transkrip Nilai
1. Transkrip nilai diterbitkan oleh satuan pendidikan di mana peserta didik terdaftar dan ditetapkan lulus.
2. Transkrip nilai memuat informasi tentang mata pelajaran dan nilai yang diperoleh peserta didik.
3. Daftar mata pelajaran yang terdapat pada transkrip nilai diisi sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
4. Muatan informasi yang terdapat pada transkrip nilai diisi sesuai dengan informasi yang tertulis pada ijazah.
5. Penulisan nilai yang diperoleh peserta didik pada transkrip nilai dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah’
6. Nilai untuk setiap mata pelajaran pada transkrip nilai ditulis dalam skala 0-100 dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang koma.
Contoh:
72,495 dibulatkan menjadi 72,50
85,754 dibulatkan menjadi 85,75
7. Satuan pendidikan dapat membubuhkan foto peserta didik pada transkrip nilai.
8. Transkrip nilai ditandatangani oleh kepala satuan pendidikan dimana peserta didik terdaftar dan ditetapkan lulus.
9, Kepala satuan pendidikan menandatangani transkrip nilai dengan tanda tangan basah atau dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
10. Transkrip nilai dengan tanda tangan basah dibubuhkan stempel satuan pendidikan. Stempel satuan pendidikan harus mengenai tanda tangan kepala satuan pendidikan dan dapat mengenai foto peserta didik pemilik transkrip nilai.
11. Dalam hal terdapat kekosongan jabatan kepala satuan pendidikan definitif, penandatanganan transkrip nilai dilakukan oleh pelaksana tugas kepala satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penandatanganan transkrip nilai tidak perlu mencantumkan tulisan ‘Pelaksana Tugas” atau “Plt.” pada bagian jabatan.
12. Identitas kepala satuan pendidikan yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diisi dengan menyertakan Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan bagi kepala satuan pendidikan non-ASN diisi dengan tanda setrip (-).
13. Satuan pendidikan menyerahkan transkrip nilai kepada peserta didik pemilik transkrip nilai sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
14. Dalam hal transkrip nilai yang ditandatangani dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi, satuan pendidikan juga menyerahkan salinan dokumen digital, copy transkrip nilai kepada peserta didik pemilik transkrip nilai.
Pedoman Penerbitan Surat Keterangan Kesalahan Penulisan Ijazah yang Terbit Sebelum TA 2024/2025
Persyaratan Penerbitan Surat Keterangan Kesalahan Penulisan Ijazah
1. Surat Keterangan Kesalahan Penulisan Ijazah (SKKPI) diterbitkan berdasarkan permohonan pemilik ijazah.
2. Permohonan sebagaimana dimaksud dalam huruf a disertai dengan:
a. dokumen ijazah asli;
b. akta kelahiran; dan
c. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK).
3. Dalam hal terdapat perubahan nama pemilik ijazah dalam KTP atau KK, pemilik ij azah wajib melampirkan salinan sah penetapan pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tata Cara Penerbitan SKKPI
Penerbitan SKKPI dilakukan dengan tata cara sebagai berikut.
1. Kepala satuan pendidikan, kepala dinas pendidikan, atau menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangan melakukan verifikasi terhadap ijazah; dan
2. Kepala satuan pendidikan, kepala dinas pendidikan, atau menteri atau pejabat yang ditunjuk menerbitkan SKKPI berdasarkan hasil verifikasi.
2. Dalam ha1 tidak terdapat data diri pemohon pada satuan pendidikan, kepala satuan pendidikan melakukan verifikasi ke dinas pendidikan atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sesuai dengan kewenangan’.
Baca : Pedoman Pengelolaan Ijazah Tahun 2026 Jenjang SD SMP SMA SMK
Selengkapnya mengenai Pedoman Penerbitan Dokumen Kelulusan Murid Tahun 2026 dapat dibaca dan di unduh di sini.***
