Guspedia.com. Berikut ini adalah Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026. Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 disampaikan oleh Komdigi melalui surat nomor B-418/M.KOMDIGI/HM.04.01/05/2026 tertanggal 15 Mei 2026 tentang Penyampaian Pedoman Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026
Adapun isi Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 tersebut adalah sebagai berikut.
1. Akar Sejarah: Fajar Kesadaran Bangsa
Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat bahwa peristiwa ini adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.
Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan
diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.

2. Landasan Filosofis: Kebangkitan adalah Kesinambungan
Secara filosofis, Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni mengenang masa lalu, melainkan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan.
Dalam konteks modern, filosofi Harkitnas menekankan pada kemandirian strategis dan persatuan kolektif. Sebagaimana amanat yang tersirat dalam cita-cita para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar.
3. Relevansi 2026: Menuju Kedaulatan Digital dan Inovasi
Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Semangat Harkitnas tahun ini menitikberatkan pada akselerasi inovasi di tengah perubahan global yan cepat.
Sesuai dengan prinsip yang tertuang dalam tata kelola pemerintahan yang akuntabel, sebagaimana relevansi pengelolaan sumber daya yang tepat waktu dan berkualitas, kebangkitan nasional saat ini dimaknai sebagai efektivitas kita dalam bekerja dan berkarya.
Kemampuan bangsa untuk menghasilkan karya yang tepat sasaran, terukur secara kualitas, dan berdaya saing global adalah wujud nyata dari kebangkitan nasional masa kini.
4. Ajakan Menggaungkan Semangat Kolektif
Peringatan Harkitnas 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan.
Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; ia bermula dari kesadaran individu dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia.
Tujuan
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan penghargaan atas jasa para tokoh perintis bangsa. Semangat ini mendorong kebangkitan kolektif seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman, memperkuat gotong royong, dan membangun masa depan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain meneguhkan komitmen terhadap cita-cita nasional, momen ini juga menumbuhkan optimisme dan inovasi, khususnya di kalangan generasi muda sebagai motor pembangunan dan pewaris nilai kebangsaan.
Tema
Tema peringatan 118 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2026 adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dengan tema ini, logo Hari Kebangkitan Nasional Indonesia ke-118 ini dirancang sebagai simbol semangat kebangkitan bangsa yang tidak hanya menengok masa lalu sebagai sumber inspirasi, tetapi juga menatap masa depan dengan tekad untuk membangun Indonesia yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing. logo ini merepresentasikan semangat kolektif seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju secara bersama-sama dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan di bidang teknologi informasi digital sebagai fondasi utama ketahanan nasional.
Logo
Logo 118 Tahun Kebangkitan Nasional merefleksikan semangat gotong royong dan optimisme seluruh elemen masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, adil dan sejahtera.
Sambutan, Logo dan Do’a dapat diunduh melalui tautan berikut: https://s.komdigi.go.id/HARKITNAS2026
Logo Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026.

Pokok-Pokok Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan ke-118 Tahun Harkitnas Tahun 2026 adalah sebagai berikut.
1. Upacara Bendera
Upacara bendera memperingati ke-118 Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak pada hari Rabu, 20 Mei 2026 oleh seluruh pegawai Kantor/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Swasta di seluruh Indonesia, seluruh Lembaga Pendidikan di semua tingkatan baik negeri maupun swasta, Kantor Lembaga Negara, serta seluruh Kantor Perwakilan RI/Kedutaan Besar, Perutusan Tetap, Konsulat Jenderal yang berada di luar negeri.
Tata Upacara Bendera:
a. Pengibaran Bendera Merah Putih;
b. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya;
c. Mengheningkan Cipta;
d. Pembacaan Naskah-Naskah:
1) Pancasila;
2) Pembukaan UUD 1945;
e. Pembacaan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Digital menyambut ke-118 Tahun Peringatan Hari Kebangkitan Nasional oleh Inspektur Upacara;
f. Menyanyikan Lagu Perjuangan (Bagimu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa);
g. Pembacaan Do’a (naskah doa sesuai dengan pedoman).
2. Publikasi dan Dokumentasi
Kami mohon perkenan kepada seluruh Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah agar dapat melaksanakan kegiatan publikasi dan dokumentasi Peringatan Harkitnas yang didasarkan pada tema dalam bentuk:
a. Coverage News, Televisi, dan Radio
b. Baliho dan Spanduk masing-masing Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah
c. Media Sosial dan dokumentasi masing-masing Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah
3. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk berikut.
a. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan di daerah masing-masing yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota pada Hari Rabu, 20 Mei 2026, selesai upacara bendera.
b. Secara khusus ziarah ke Taman Makam Pahlawan Jakarta dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital pada Hari Rabu, 20 Mei 2026 Pukul 08.00 WIB.
c. Secara khusus Ziarah ke makam dr. Wahidin Soediro Hoesodo Yogyakarta dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Istimewa Yogyakarta bersama pimpinan tinggi Kementerian Komunikasi dan Digital pada Rabu 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB selesai upacara bendera.
d. Secara khusus ziarah ke makam Dr. Soetomo Surabaya dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur bersama pimpinan tinggi Kementerian Komunikasi dan Digital pada Hari Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB selesai upacara bendera.
Kegiatan di Pusat, Daerah, dan Luar Negeri
1. Kegiatan di Pusat dilaksanakan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga Non Kementerian.
2. Kegiatan di luar negeri oleh masing-masing KBRI, PTRI dan Konjen di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri.
3. Masing-masing Kementerian/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat membentuk panitia dengan mengacu kepada pedoman ini.
4. Seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berkoordinasi ke Sekretariat Panitia Harkitnas 2026 melalui:
Email : sekretariat.harkitnas@komdigi.go.id
Alamat : Sekretariat Harkitnas 2026
Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital
Jl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat 10110
Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan di bawah ini.
Demikian informasi mengenai diterbitkannya Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026.***
