Guspedia.com. Terdapat beragam zat aditif pada makanan, salah satunya adalah pengental dan pengemulsi. Pengental dan pengemulsi ini biasanya ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan dan minuman.
Pengental digunakan untuk mengentalkan makanan. sedangkan pengemulsi adalah zat aditif yang membantu dua bahan yang tidak bisa tercampur agar dapat tercampur dengan baik. Untuk memahami tentang kedua jenis zat aditif tersebut, berikut ini adalah pengertian pengental dan pengemulsi makanan beserta contohnya.
1. Pengental
Pengental adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk menstabilkan, memekatkan, atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu.
Bahan pengental alami, misalnya pati, gelatin, gun, agar-agar, dan alginat. Bahan-bahan pengental tersebut penggunaannya disesuaikan pada makanan atau minuman yang dibuat. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan bahan pengental pada makanan atau minuman.
a. Tepung maizena
Tepung maizena atau tepung jagung adalah pengental alami yang sering digunakan untuk mengentalkan saus dan kuah makanan. Tepung maizena adalah pilihan paling populer dari jenis pati lain yang berasal dari jagung serta bebas gluten. Tepung maizena sering dimasukkan ke dalam resep yang berbasis krim pisang dan puding maupun produk susu. Sifatnya yang kenyal membuat tepung ini akan mengentalkan cairan pada makanan apabila sudah matang.
b. Agar-agar
Agar-agar adalah pengental alami yang berasal dari rumput laut merah. Agar-agar memiliki kemampuan untuk membentuk gel yang kuat dan elastis pada suhu kamar. Agar-agar sering digunakan untuk membuat pangan yang berbentuk padat, seperti jeli, dodol, dan puding. Agar-agar juga memiliki manfaat kesehatan, seperti menurunkan kolesterol, menstabilkan gula darah, dan meningkatkan pencernaan.
c. Karagenan
Karagenan adalah pengental buatan yang juga berasal dari rumput laut merah. Karagenan memiliki sifat yang mirip dengan agar-agar, yaitu dapat membentuk gel yang stabil dan fleksibel. Karagenan sering digunakan untuk mengentalkan dan mengemulsi pangan, seperti es krim, susu kental manis, dan keju. Karagenan juga dapat meningkatkan rasa, tekstur, dan penampilan pangan.
d. Xanthan gum
Xanthan gum adalah pengental buatan yang dihasilkan oleh bakteri Xanthomonas campestris. Xanthan gum memiliki sifat yang unik, yaitu dapat meningkatkan viskositas pangan tanpa mempengaruhi rasa dan warna. Xanthan gum sering digunakan untuk mengentalkan dan mengemulsi pangan, seperti saus, salad dressing, dan minuman. Xanthan gum juga dapat meningkatkan stabilitas dan keseragaman pangan
2. Pengemulsi
Pengemulsi adalah bahan tambahan yang dapat mempertahankan penyebaran (dispersi) dua cairan yang tidak dapat bercampur, misalnya minyak dan air. Minyak dan air akan tetap terpisah jika tidak ada zat pengemulsi.
Di dalam produksi minuman, pengemulsi sangat penting untuk menangguhkan bahan-bahan yang larut dalam lemak, seperti perasa, minyak esensial, atau vitamin dalam sistem berbasis air. Proses ini memastikan bahan-bahan tetap terdistribusi secara merata, memberikan tekstur, rasa,. dan tampilan yang konsisten.
Pengemulsi memiliki bagian hidrofilik (menarik air) dan hidrofobik (menolak air). Struktur unik ini memungkinkan keduanya mengikat air dan minyak, sehingga menghasilkan campuran yang stabil.
Beberapa contoh zat pengemulsi makanan adalah sebagai berikut,
a. Lesitin
Lesitin terkandung dalam kuning telur dan kedelai.Lesitin memiliki sifat yang dapat mengikat air dan minyak, sehingga dapat membentuk emulsi yang stabil dan homogen. Lesitin sering digunakan untuk mengemulsi pangan, seperti roti, kue, cokelat, dan margarin. Lesitin juga memiliki manfaat kesehatan, seperti menurunkan kolesterol, melindungi hati, dan meningkatkan fungsi otak.
b. Monogliserida dan digliserida
Monogliserida dan digliserida adalah pengemulsi buatan yang berasal dari lemak atau minyak nabati atau hewani. Monogliserida dan digliserida memiliki sifat yang dapat mengurangi tegangan permukaan antara air dan minyak, sehingga dapat membentuk emulsi yang halus dan kental. Monogliserida dan digliserida sering digunakan untuk mengemulsi pangan, seperti es krim, mayones, dan susu. Monogliserida dan digliserida juga dapat meningkatkan rasa, tekstur, dan daya simpan pangan.
c. Polisorbat
Polisorbat adalah pengemulsi buatan yang berasal dari sorbitol dan asam lemak. Polisorbat memiliki sifat yang dapat melarutkan minyak dalam air, sehingga dapat membentuk emulsi yang jernih dan transparan. Polisorbat sering digunakan untuk mengemulsi pangan, seperti minuman ringan, sirup, dan permen. Polisorbat juga dapat meningkatkan stabilitas dan keseragaman pangan.
d. Sodium stearoil laktilat
Sodium stearoil laktilat adalah pengemulsi buatan yang berasal dari asam stearat dan asam laktat. Sodium stearoil laktilat memiliki sifat yang dapat meningkatkan daya ikat air dan minyak, sehingga dapat membentuk emulsi yang lembut dan padat. Sodium stearoil laktilat sering digunakan untuk mengemulsi pangan, seperti roti, kue, dan biskuit. Sodium stearoil laktilat juga dapat meningkatkan volume, tekstur, dan kelembaban pangan.
Manfaat Pengental dan Pengemulsi
Penggunaan pengental dan pengemulsi dalam pangan memiliki manfaat, antara lain sebagai berikut,
1. Meningkatkan kualitas pangan
Pengental dan pengemulsi dapat meningkatkan kualitas pangan dari segi rasa, tekstur, penampilan, dan aroma. Pengental dan pengemulsi dapat memberikan sensasi yang lezat, lembut, kenyal, kental, halus, atau krem pada pangan. Pengental dan pengemulsi juga dapat memberikan warna yang menarik, bentuk yang menawan, dan aroma yang menggugah selera pada pangan.
2. Menjaga kestabilan pangan
Pengental dan pengemulsi dapat menjaga kestabilan pangan dari segi fisik, kimia, dan biologi. Pengental dan pengemulsi dapat mencegah pemisahan, pengendapan, penggumpalan, pengembangan, atau pengkerutan pada pangan. Pengental dan pengemulsi juga dapat mencegah perubahan warna, rasa, aroma, atau kandungan gizi pada pangan. Pengental dan pengemulsi juga dapat mencegah pertumbuhan mikroba, jamur, atau bakteri pada pangan.
3. Meningkatkan daya simpan pangan
Pengental dan pengemulsi dapat meningkatkan daya simpan pangan dari segi lama, cara, dan kondisi penyimpanan. Pengental dan pengemulsi dapat membuat pangan lebih tahan lama, baik pada suhu ruang, dingin, atau beku. Pengental dan pengemulsi juga dapat membuat pangan lebih mudah disimpan, baik dalam kemasan, botol, atau kaleng. Pengental dan pengemulsi juga dapat membuat pangan lebih awet, baik dalam keadaan basah, kering, atau lembab.***

Pingback: Fungsi Antioksidan Pada Makanan dan Contohnya