Guspedia.com. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag telah menerbitkan Panduan Kokurikuler RA dan Madrasah untuk tahun ajaran 2026/2027. Di dalam Panduan Kokurikuler RA dan Madrasah Tahun 2026 ini, disajikan kerangka kerja yang fleksibel dan kontekstual. Madrasah dapat memilih dan mengembangkan berbagai bentuk kegiatan, seperti pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), Kegiatan Kolaboratif Berbasis Cinta (KKBC), atau cara lainnya. Setiap bentuk kegiatan dirancang untuk dapat disesuaikan dengan analisis potensi, kebutuhan murid, serta kearifan lokal masing-masing madrasah.
Panduan Kokurikuler RA dan Madrasah ini diharapkan dapat menjadi sahabat bagi para kepala madrasah, koordinator, dan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan kokurikuler yang berdampak.
Pengertian Kokurikuler
Dalam rangka membentuk kompetensi murid secara menyeluruh, madrasah harus menyediakan berbagai pengalaman belajar yang bermakna melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.
Dengan demikian, kegiatan kokurikuler menjadi komponen penting dan memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi murid, terutama karakter.
Kompetensi-kompetensi yang dimaksud adalah 8 (delapan) dimensi profil lulusan, yaitu: 1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2) kewargaan; 3) penalaran kritis; 4) kreativitas; 5) kolaborasi; 6) kemandirian; 7) kesehatan; dan 8) komunikasi.
Profil lulusan yang terdiri dari delapan dimensi ini merupakan capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang harus dicapai murid. Profil tersebut diharapkan juga menghasilkan lulusan yang memiliki kepemimpinan yang efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif.

Kegiatan kokurikuler dirancang harus mendorong murid untuk mengeksplorasi dunia melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan kokurikuler adalah eksperiensial, langsung, berfokus pada tindakan, dan berdasarkan keterampilan.
Berdasarkan hal ini, panduan kokurikuler ini menyajikan berbagai kegiatan kokurikuler dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia hebat, Kegiatan Kolaboratif Berbasis Cinta (KKBC) dan/atau cara lainnya untuk memahami, menerapkan, dan merefleksi materi terhadap isu aktual yang dihadapi murid.
Pelaksanaan kegiatan kokurikuler memiliki tema yang berfungsi untuk menyatukan ide-ide dan gagasan yang beragam dengan mengaitkannya dengan kegiatan pembelajaran sesuai konteks sosial budaya dan karakteristik murid.
Madrasah dalam merancang muatan kokurikuler, tidak hanya memperhatikan kebutuhan kurikulum, tetapi juga berlandaskan pada potensi dan kekuatan murid dan lingkungan mereka. Oleh karena itu, kegiatan kokurikuler menjadi ruang yang ideal bagi murid untuk berkembang dan belajar dengan cara yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Urgensi Kokurikuler
Kokurikuler memiliki peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam dunia nyata. Ini memungkinkan murid untuk mengembangkan keterampilan secara lebih kontekstual dan utuh sesuai dengan delapan dimensi profil lulusan.
Kokurikuler memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, bermakna, dan memberdayakan yang memungkinkan murid berkembang menjadi pribadi yang utuh.
Dalam praktik kokurikuler, murid tidak hanya dilatih untuk memahami konsep, tetapi juga berpartisipasi dalam interaksi emosional dan sosial. Mereka diajari untuk memahami, mengaplikasikan, merefleksikan, dan bertindak.
Saat murid bekerjasama dalam kegiatan proyek tematik, atau menyelesaikan tantangan dalam konteks nyata, mereka mengalami pembelajaran yang menyentuh aspek intelektual, etika, estetika, dan kinestetik sekaligus.
Tujuan Kokurikuler
Melalui pengalaman belajar yang bermakna, kegiatan kokurikuler bertujuan untuk mendukung pencapaian 8 (delapan) dimensi profil lulusan dan topik panca cinta secara nyata dan kontekstual. Profil lulusan yang terdiri dari delapan dimensi menunjukkan capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
Di samping itu, diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki kepemimpinan yang efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif. Delapan dimensi profil lulusannya sebagai berikut.

Penjelasan 8 (delapan) dimensi profil lulusan berdasarkan Permendikdasmen RI Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah sebagai berikut.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengacu pada individu yang memiliki keyakinan dan mengamalkan ajaran agama/kepercayaannya, berakhlak mulia, serta menjaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan.
2. Kewargaan
Dimensi kewargaan mengacu pada individu yang bangga akan identitas dan budayanya, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, menaati aturan bernegara dan bermasyarakat, serta menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa.
3. Penalaran Kritis
Dimensi penalaran kritis mengacu pada individu yang memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir logis dan analitis, serta mampu menganalisis dan menyelesaikan permasalahan, berargumentasi logis, dan memanfaatkan literasi dan numerasi untuk memecahkan masalah.
4. Kreativitas
Dimensi kreativitas mengacu pada individu yang mampu berperilaku produktif, menciptakan inovasi, dan merumuskan solusi bagi permasalahan di sekitarnya.
5. Kolaborasi
Dimensi kolaborasi mengacu pada individu yang membiasakan diri untuk peduli dan berbagi, serta membangun kerja sama dengan berbagai kalangan di lingkungan sekitar.
6. Kemandirian
Dimensi kemandirian mengacu pada individu yang mampu bertanggung jawab, berinisiatif, dan beradaptasi dalam pembelajaran dan pengembangan diri.
7. Kesehatan
Dimensi kesehatan mengacu pada individu yang menjalankan pola hidup bersih dan sehat berdasarkan pemahaman tentang kebugaran, kesehatan fisik dan mental, dan berkontribusi secara positif terhadap lingkungannya.
8. Komunikasi
Dimensi komunikasi mengacu pada individu yang memiliki kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan baik dan benar, sesuai etika dalam beragam konteks dan moda.
Baca : Panduan Kokurikuler PAUD Dikdasmen Tahun Ajaran 2026/2027
Panduan Kokurikuler RA dan Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027 selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan di bawah ini.
Demikian anduan Kokurikuler RA dan Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027. Semoga bermanfaat. ***
