Guspedia.com. Pernahkah Anda berpikir jika seandainya Anda akan membuat nasi goreng, tidak ditambahkan garam dan kecap sama sekali, bagiamana rasanya? Selain hambar, nasi goreng yang Anda buat juga penampilannya menjadi kurang menarik.
Atau ketika Anda melihat anak kecil sedang menikmati makan tahu bulat dengan bumbu tabur, terasa sangat nikmat, pasti Anda akan bertanya, mengapa bisa senikmat itu? Makanan yang kita konsumsi menjadi lebih terasa lebih enak rasanya, lebih menarik penampilannya, karena adanya zat aditif yang ditambahkan pada produk tersebut.
Hampir semua makanan kemasan dan hidangan cepat saji menggunakan bahan tambahan atau zat aditif untuk meningkatkan cita rasa dan kualitas, sekaligus memperpanjang masa simpannya. Bagi pedagang makanan atau minuman, penambahan zat aditif merupakan hal yang dipandang perlu untuk meningkatkan mutu produk, sehingga mampu bersaing di pasaran.
Untuk lebih memahami tentang zat aditif ini, berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian zat aditif, fungsi, jenis, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Zat Aditif
Zat aditif adalah semua bahan yang sengaja ditambahkan pada makanan atau minuman untuk meningkatkan dan memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, serta memperpanjang daya simpan.
Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019, zat aditif ditambahkan pada proses pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan, dan/atau pengangkutan.
Di Indonesia, zat aditif disebut jua uga bahan tambahan pangan (BTP). Berdasarkan sumbernya, zat aditif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu zat aditif alami dan zat aditif buatan. Zat aditif alami berasal dari tumbuhan dan hewan, umumnya aman bagi kesehatan. Zat aditif buatan dibuat melalui proses kimia di laboratorium dan penggunaannya harus sesuai dengan batas aman yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Fungsi Zat Aditif
Fungsi zat tambahan pada makanan atau minuman tergantung pada jenis zat aditif yang ditambahkan. Pemberian zat aditif pada produk pangan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
1. Meningkatkan cita rasa
Zat aditif berupa penyedap rasa memiliki fungsi untuk meningkatkan cita rasa pada makanan. Bahkan tidak cukup hanya sebagai bahan penyedap, ada jenis bahan tambahan bernama penguat rasa. Zat ini bisa memperkuat atau mengubah rasa dan aroma tanpa menambahkan rasa atau aroma lainnya.
2. Mempercantik tampilan
Beberapa produk makanan sengaja ditambahkan zat pewarna dengan warna yang cerah dan terang untuk mempercantik tampilan. Zat pewarna ini sengaja ditambahkan untik mempertahankan, menstabilkan, atau memperkuat warna makanan yang sudah ada.
3. Meningkatkan masa simpan
Zat aditif yang berfungsi untuk mempertahankan masa simpan makanan adalah pengawet dan antioksidan. Pengawet berfungsi untuk mencegah atau menghambat kerusakan makanan akibat tumbuhnya jamur atau bakteri agar tidak mudah membusuk. Sedangkan antioksidan untuk mencegah atau menghambat kerusakan makanan akibat oksidasi.
4. Memberikan tekstur yang halus dan konsisten
Untuk memberikan tekstur halus, kenyal , dan konsisten pada makanan, biasanya ditambahkan zat pengental dan pengemulsi. Zat pengental berfungsi membuat hidangan makana menjadi lebih pekat dan kental. Sementara itu, pengemulsi berfungsi menstabilkan cairan yang tidak dapat bercampur, seperti minyak dan ikan.
Jenis-Jenis Zat Aditif dan Contohnya
Zat aditif dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis zat aditif dan contohnya.
1. Pemanis
Pemanis adalah zat yang ditambahkan untuk memberikan rasa manis.
a. Pemanis alami
- Tebu : tanaman untuk membuat gula alami
- Madu : pemanis alami yang dihasilkan dari nektar lebah
- Kurma : buah dari pohon Palem, berasal dari Timur Tengah
- Tanaman stevia : tanaman semak dari famili Asteraceae
b. Pemanis buatan
- Aspartam : tingkat kemanisan mencapai 180 kali gula tebu
- Sakarin : tingkat kemanisan mencapai 200-500 kali gula tebu
- Siklamat : tingkat kemanisan mencapai 30 kali gula tebu
2. Pewarna
Pewarna adalah bahan untuk memberikan warna baru atau memperbaiki warna yang sudah ada pada makanan.
a. Pewarna alami
- Kunyit : menghasilkan warna kuning
- Kayu secang : menghasilkan warna merah muda
- Daun suji : menghasilkan warna hijau
- Kulit manggis : menghasilkan warna coklat
b. Pewarna buatan
- Tartrazine : menghasilkan warna kuning
- Erythrosine : menghasilkan warna merah
- Brilliant Blue FCP : menghasilkan warna biru
- Bworn HT : menghasilkan warna coklat
3. Penyedap Rasa
Penyedap rasa merupakan zat yang ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan cita rasa.
a. Penyedap rasa alami
- Garam dapur
- Ketumbar
- Kayu manis
- Lada
- Daun pandan
b. Penyedap rasa buatan
- Monosodium Glutamat (MSG)
4. Pengawet dan Antioksidan
Pengawet adalah bahan yang ditambahkan untuk mencegah dan menghambat proses pembusukan makanan. Sedangkan antioksidan merupakan molekul yang dapat menghambat radikal bebas serta menghambat kerusakan sel.
a. Pengawet alami
- Garam
- Gula
b. Pengawet buatan
- Garam nitrat dan nitrit : mengawetkan daging
- Asam sorbat : biasanya digunakan pada produk berhan keju
- Sulfur dioksida : banyak digunakan pada sari buah
c. Antioksidan alami
- Likopen : terdapat pada tomat, jambu, dan jeruk
- Beta karoten : banyak terdapat pada wortel, bayam, dan brokoli
- Antioksidan : ditemukan pada buah beri, anggur, terung, dan kubis merah
- Flavonoid : banyak terdapat pada buat apel, jeruk, dan mangga (mengurangi peradangan sel)
5. Pengental dan Pengemulsi
Bahan pengental digunakan untuk mengentalkan makanan. Sedangkan pengemulsi adalah zat yang digunakan untuk menstabilkan cairan yang tidak dapat tercampur, misalnya air dan minyak.
Contoh pengental :
- Tepung tapioka
- Pengental gum
- Maisena
Contoh pengemulsi :
- Lesitin (alami)
- Polisorbat (auatan)
- Sukrosa Ester (buatan)
Demikian pengertian zat aditif, fungsi, jenis, dan contohnya dalam kehidupan. Semoga bermanfaat.***
