Guspedia.com. Pemanis merupakan salah satu jenis zat aditif, yaitu bahan yang sengaja ditambahkan pada makanan atau minuman untuk memberikan rasa manis. Pemanis dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu pemanis alami dan pemanis buatan.
Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan pemanis alami dan pemanis buatan beserta contohnya.
1. Pemanis Alami
Pemanis alami adalah bahan pemberi rasa manis yang bersumber langsung dari alam. Karena sumbernya dari alam, pada umumnya pemanis alami aman untuk dikonsumsi.
Keunggulan Pemanis Alami
Pemanis alami memiliki beberapa keunggulan, sebagai berikut.
a. Aman digunakan untuk diet
Pemanis alami seperti stevia dan buah mink dapat dikonsumsi saat diet, karena tidak menambah kalori harian.
b. Mencegah terjadinya lonjakan gula darah
Pemanis alami cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes atau untuk orang yang beresiko terkena penyakit metabolik.
c. Memiliki kandungan nutrisi
Beberapa pemanis alami, seperti madu atau kurma menyediakan kandungan nutrisi berupa vitamin dan mineral.

Contoh Pemanis Alami
a. Madu
Madu adalah cairan manis dari nektar yang dikumpulkan lebah, kaya antioksidan, dan lebih memiliki nutrisi jika dibandingan gula olahan.
b. Stevia
Stevia diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana, memiliki nol kalori, nol indeks glikemik, dan tingkat kemanisan 100 hingga 300 kali lipat dari gula biasa.
c. Buah Monk
Berasal dari buah Loo Han Kuo asal Asia, bebas kalori, dan juga aman untuk menjaga lonjakan gula darah.
d. Kurma
Kurma adalah buah yang berasal dari Timur Tengah, kaya serat, sehingga baik untuk pencernaan, dan mengandung kalium untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
e. Gula Kelapa dan Gula Aren
Gula kelapa dan gula aren merupakan pemanis tradisional dari nira pohon kelapa atau aren. Keduanya memiliki indeks glikemik sedikit lebih rendah daripada gula olahan, namun tetap harus dibatasi penggunaannya.
2. Pemanis Buatan
Pada keadaan tertentu, pemanis buatan sering digunakan sebagai pengganti gula pada banyak jenis makanan dan minuman. Akan tetapi, penggunaannya secara berlebihan bisa memicu berbagai penyakit. Oleh karena itu, dalam mengonsumsi pemanis buatan perlu dilakukan sesuai batas aman yang ditetapkan.
Contoh Pemanis Buatan
a. Sakarin
b. Aspartam
Aspartam biasanya digunakan sebagai pemanis buatan pada makanan atau minuman siap saji, karena tidak meninggalkan rasa pahit. Pemanis yang mulai digunakan sejak tahun 1980 ini memiliki tingkat kemanisan sekitar 60 – 220 kali lipat gula pasir. Meskipun tidak meninggalkan rasa pahit, aspartam memiliki kelemahan, yaitu mudah rusak bila terkena suhu tinggi.
c. Siklamat
Siklamat adalah pemanis buatan yang ditemukan pada sekitar tahun 1937. Siklamat memiliki tingkat kemanisan sekitar 30 – 50 kali lipat gula pasir. Pemanis buatan ini biasanya digunakan untuk makanan yang dipanggang, permen, makanan penutup, dan minuman ringan. Siklamat mempunyai keunggulan dibandingkan jenis pemanis buatan lainnya. Bahan tambahan pangan ini lebih tahan panas dibandingkan aspartam, mudah larut dalam air, dan tidak meninggalkan rasa pahit sekuat sakarin.
d. Sukralosa
Keunggulan utama sukralosa yakni stabil jika terkena suhu panas maupun dingin. Selain itu, sukralosa tidak merusak gigi, tidak memengaruhi kondisi genetik, serta aman bagi penderita penyakit diabetes karena tidak meningkatkan kadar gula darah.
Acesulfame potassium termasuk jenis pemanis buatan rendah kalori yang biasanya ditambahkan ke dalam produk bebas gula. Pemanis buatan ini bisa ditemukan pada minuman ringan, protein shake, minuman bubuk, permen, dan makanan penutup yang beku. Pemanis berbentuk bubuk kristal putih ini memiiki tingkat kemanisan 200 kali lipat lebih manis daripada gula pasir.
f. Sorbitol
Bereda dengan pemanis buatan lainnya, sorbitol merupakan salah satu jenis karbohidrat. Pemanis bernama lain D-sorbitol ini tidak hanya menambah rasa manis, tetapi juga menjaga kelembapan makanan dan menghasilkan tekstur yang diinginkan produsen.
Demikian perbedaan antara pemanis alami dan pemanis buatan beserta contohnya. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan dari pemanis sebagai zat aditif, Anda diharapkan lebih bijak dalam mengonsumsi, khususnya pemanis buatan. Meskipun tergolong aman dikonsumsi, sebaiknya batasi konsumsi pemanis buatan agar terhindar dari berbagai dampak buruknya.***

Pingback: 5 Pengawet Makanan yang Berbahaya Jika Dikonsumsi Berlebihan